Aksi Talibuy SMPN 1 Kunjang: Tanam Lidah Buaya, Semai Kebersamaan dan Kenali Khasanah Lokal

Aksi Talibuy SMPN 1 Kunjang: Tanam Lidah Buaya, Semai Kebersamaan dan Kenali Khasanah Lokal
Kediri, Factualindonesia.com – Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Hal inilah yang dibuktikan oleh SMPN 1 Kunjang melalui kegiatan bertajuk Tanam Lidah Buaya (Talibuy) yang digelar di halaman sekolah pada 6 Maret 2026.
Kegiatan ini melibatkan seluruh murid kelas 7, 8, dan 9 bersama para guru dalam suasana penuh kebersamaan. Aksi Talibuy menjadi sarana edukasi berbasis praktik yang mengajak siswa mengenal potensi lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Bekerja sama dengan PT Keong Nusantara Abadi, kegiatan ini mendapat dukungan berupa 270 bibit lidah buaya (aloe vera) yang dibagikan secara gratis. Perusahaan yang berlokasi di kawasan Kunjang tersebut juga turut mendampingi proses penanaman hingga tahap pemantauan tanaman.
Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan mendapatkan bimbingan langsung mengenai teknik menanam lidah buaya. Mulai dari penataan media tanam, komposisi sekam dan tanah, hingga pengaturan jarak tanam yang ideal agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Setelah sesi pembekalan, para siswa yang didampingi wali kelas langsung mempraktikkan penanaman di halaman sekolah. Suasana semakin menarik karena para siswa mengenakan kostum khas petani, seperti kaus lengan panjang, daster, hingga topi dan caping, mencerminkan profesi mayoritas masyarakat Kunjang.
Meski dilaksanakan di bulan Ramadan, semangat para peserta tidak surut. “Jaraknya harus pas, supaya nanti saat tumbuh besar tidak saling berdesakan,” ujar Galang, siswa kelas 8E di sela kegiatan.
Pemilihan lidah buaya sebagai tanaman yang ditanam bukan tanpa alasan. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah Kunjang yang dikenal sebagai penghasil sekaligus pengekspor aloe vera di Kabupaten Kediri.
Zahra, siswi kelas 9A, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mendapatkan pengalaman baru tentang teknik menanam lidah buaya yang benar. “Ternyata tidak bisa sembarangan,” ungkapnya. Hal serupa disampaikan Fathiya, siswi kelas 8F, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menanam, siswa juga mendapat pengetahuan tentang pemanfaatan lidah buaya dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan sampo alami.
Kepala SMPN 1 Kunjang, Ibu Kristien Endah Riwayati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia berharap kegiatan Talibuy menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih mengenal potensi lingkungan sekitarnya.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian serta kontribusi nyata siswa terhadap lingkungan,” ujarnya.
Melalui aksi Talibuy, SMPN 1 Kunjang tidak hanya menghadirkan pembelajaran kontekstual, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta keterampilan hidup bagi para siswa.
(Ida)






